Selasa, 15 September 2015

Alat Kontrasepsi



Setelah melahirkan bunda harus mempertimbangkan apakah akan segera memasang alat kontrasepsi (baca: KB) atau menundanya setelah masa nifas selesai. Beberapa alat kontrasepsi dapat dipasang pasca melahirkan maupun jauh setelah melahirkan. Bunda dapat memilih memasang KB persis setelah melahirkan untuk menghindari rasa sakit lagi ketika nanti hendak memasang alat kontrasepsi. Namun resikonya adalah alat tersebut bisa saja terlepas (bila berbentuk IUD atau spiral yang ditanam di dalam rahim) karena rahim bunda masih akan berubah-ubah kondisinya. Idealnya rahim bunda akan kembali seperti semula setelah 3 bulan pasca melahirkan. Sedangkan bunda dapat memasang alat kontrasepsi juga di akhir masa nifas. Pada masa itu rahim bunda masih elastis sehingga alat kontrasepsi IUD atau spiral dapat dipasang dengan mudah. Namun bila bunda ingin KB jauh-jauh hari setelahnya maka tidak mengapa.

Alat kontrasepsi atau KB banyak macamnya, meliputi:
1. KB pil. Alat kontrasepsi ini mewajibkan bunda untuk minum pil setiap hari. Merupakan alat kontrasepsi hormonal. Apabila bunda terlupa untuk minum maka kemungkinan hamil kembali akan sangat tinggi. Alat kontrasepsi ini akan mempengaruhi hormon dalam tubuh bunda sehingga rahim tidak lagi kondusif untuk pembuahan.
2. KB suntik. Hampir sama dengan alat kontrasepsi pil karena tubuh bunda sama-sama diinput hormon sehingga kehamilan memiliki kemungkinan yang lebih kecil. Penyuntikan dapat dilakukan bulanan maupun tiga bulanan.
3. KB susuk. Dilakukan dengan mengimplan suatu alat yang disebut norplant capsule untuk mempengaruhi hormon di tubuh bunda. Jadi cara kerjanya kurang lebih sama dengan alat konrasepsi pil dan suntik.
4. KB spiral atau IUD. Merupakan satu-satunya alat kontrasepsi non-hormonal atau tidak menganggu hormon dalam tubuh bunda. Berbentuk Cooper T dari tembaga yang nantinya akan ditanam dalam rahim bunda. Cara kerjanya yakni dengan menghalangi sperma dan mengurangi terbentuknya sel telur sehingga pembuahan tidak akan terjadi selama pemasangannya benar. Bunda tidak perlu khawatir hamil lagi karena lupa minum pil atau suntik, sehingga KB IUD ini paling efektif dan efisien.

Banyak kekurangan dan kelebihan masing-masing alat kontrasepsi. Saya pribadi lebih memilih untuk menggunakan KB spiral karena tidak menganggu hormon sehingga kegiatan menyusui saya tidak terganggu. Nah, apabila nantinya saya ingin hamil kembali maka saya hanya harus melepas alat kontrasepsi. Akan tetapi pilihan tetap kembali ke bunda-bunda sekalian, ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar