Setelah melahirkan bunda harus mempertimbangkan
apakah akan segera memasang alat kontrasepsi (baca: KB) atau menundanya setelah masa nifas
selesai. Beberapa alat kontrasepsi
dapat dipasang pasca melahirkan maupun jauh setelah melahirkan. Bunda dapat
memilih memasang KB persis setelah melahirkan untuk menghindari rasa sakit lagi
ketika nanti hendak memasang alat kontrasepsi. Namun resikonya adalah alat
tersebut bisa saja terlepas (bila berbentuk IUD atau spiral yang ditanam di dalam
rahim) karena rahim bunda masih akan berubah-ubah kondisinya. Idealnya rahim
bunda akan kembali seperti semula setelah 3 bulan pasca melahirkan. Sedangkan
bunda dapat memasang alat kontrasepsi juga di akhir masa nifas. Pada masa itu
rahim bunda masih elastis sehingga alat kontrasepsi IUD atau spiral dapat
dipasang dengan mudah. Namun bila bunda ingin KB jauh-jauh hari setelahnya maka tidak
mengapa.
Alat kontrasepsi atau KB banyak macamnya, meliputi:
1. KB pil. Alat kontrasepsi ini mewajibkan bunda untuk minum pil setiap
hari. Merupakan alat kontrasepsi hormonal. Apabila bunda terlupa untuk minum
maka kemungkinan hamil kembali akan sangat tinggi. Alat kontrasepsi ini akan
mempengaruhi hormon dalam tubuh bunda sehingga rahim tidak lagi kondusif untuk
pembuahan.
2. KB suntik. Hampir sama dengan alat kontrasepsi
pil karena tubuh bunda sama-sama diinput hormon sehingga kehamilan memiliki
kemungkinan yang lebih kecil. Penyuntikan dapat dilakukan bulanan maupun tiga
bulanan.
3. KB susuk. Dilakukan dengan mengimplan suatu alat
yang disebut norplant capsule untuk
mempengaruhi hormon di tubuh bunda. Jadi cara kerjanya kurang lebih sama dengan
alat konrasepsi pil dan suntik.
4. KB spiral atau IUD. Merupakan satu-satunya alat
kontrasepsi non-hormonal atau tidak menganggu hormon dalam tubuh bunda. Berbentuk
Cooper T dari tembaga yang nantinya akan ditanam dalam rahim bunda. Cara
kerjanya yakni dengan menghalangi sperma dan mengurangi terbentuknya sel telur
sehingga pembuahan tidak akan terjadi selama pemasangannya benar. Bunda tidak
perlu khawatir hamil lagi karena lupa minum pil atau suntik, sehingga KB IUD
ini paling efektif dan efisien.
Banyak kekurangan dan kelebihan masing-masing
alat kontrasepsi. Saya pribadi lebih memilih untuk menggunakan KB spiral karena
tidak menganggu hormon sehingga kegiatan menyusui saya tidak terganggu. Nah,
apabila nantinya saya ingin hamil kembali maka saya hanya harus melepas alat
kontrasepsi. Akan tetapi pilihan tetap kembali ke bunda-bunda sekalian, ya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar