ASI adalah hak setiap bayi. Tidak ada satu pun bunda yang boleh untuk tidak memenuhinya. ASI adalah wajib diberikan, meskipun banyak kendala dalam pemberiannya (menyusui). Tetapi bunda tidak boleh menyerah sama sekali dan sangat patut diperjuangkan. ASI sangat jauh lebih baik dari segala sufor (baca: susu formula) yang termahal sekalipun.
Nah, inilah keuntungan untuk tumbuh kembang bayi bunda bila minum ASI. Let's check this out!
1. Mata. Lutein, sfingomielin dan gangliosida pada ASI baik untuk retina dan membantu pengeihatan lebih opimal. Aktivitas visual bayi ASI akan lebih tinggi dibanding bayi sufor.
2. Mulut. Bayi ASI jarang memerlukan perawatan ortodontik, juga langka mengalami malokulsi atau pertumbuhan abnormal gigi rahang atas dan bawah. Aktivitas menghisap puting akan mendukung pertumbuhan otot wajah. Perubahan rasa ASI pun akan memberinya pengalaman rasa, sehingga kelak membantunya beradaptasi dengan makanan padat.
3. Telinga. Resiko infeksi telinga lebih rendah, sebab posisi vertikal alami ketika menyusu membuat cairan langsung masuk ke dalam mulut.
4. Tenggorokan. Bayi ASI beresiko lebih rendah dioperasi amandel sebab daya tahan tubuhnya lebih baik, sehingga jarang mengalami infeksi tenggorokan.
5. Kulit. ASI bersifat hipoalergenik atau rendah pencetus alergi. Kandungan whey-nya membentengi tubuh dari eksim dan masalah kulit lainnya.
6. Sistem pernapasan. Jarang mengalami infeksi saluran napas, radang paru dan influenza. ASI kaya antibodi yang bekerja ibarat vaksinasi alami.
7. Jantung dan peredaran darah. Resiko mengalami hipertensi, kencing manis dan kolesterol saat dewasa lebih rendah.
8. Usus. Cenderung terhindar dari diare, gangguan pencernaan gastrointestinal dan proctocolitis atau radang usus bawah akibat alergi protein. Kasus inavigasi atau usus terpelintir sehingga menyebabkan kerusakan saluran cerna, justru ditemukan pada bayi yang diberi makanan tambahan terlalu dini.
9. Usus besar. Bayi ASI bebas konstipasi, lho!
10. Usus buntu. Pada anak-anak yang harus dioperasi usus buntu ditemukan
riwayat tidak mendapat ASI ketika bayi. Bayi ASI ekslusif beresiko
rendah mengalami apendisitis atau radang usus buntu, sebab kandungan dan
komposisi ASI sempurna untuk pencernaan dan higienis.
11. Ginjal. Pada ASI terdapat unsur makanan dan enzim yang didesain khusus
untuk bayi dengan komposisi yang pas. Hal ini membuat seluruh kandungan
ASI terserap secara efisien dan tidak membebani ginjal.
12. Sendi dan otot. Penyakit radang sendi anak sangat jarang ditemukan pada bayi ASI.
13. Saluran kemih. Lebih sedikit kasus infeksi saluran kemih (ISK) pada bayi ASI.
14. Sistem endokrin. Bayi ASI cenderung terhindar dari penyakit diabetes termasuk pada ibu yang menyusui.
15. Sistem imun. ASI memperkuat kerja vaksin. ASI juga mengurangi resiko kanker pada bayi. Protein Human Alpha-lactalbumin Made Lethal to Tumor Cells pada ASI berfungsi mengurangi 40 jenis sel kanker.
16. IQ lebih tinggi. Kolesterol baik dan berbagai jenis lemak pada ASI mendukung pertumbuhan tisu pada jaringan syaraf.
WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan agar terhindar dari resiko alergi dan kekurangan gizi. Jadi, harap perhatikan ya, Bun, ASI adalah hak setiap bayi. Bila bunda memilih untuk memberikan sufor pada bayi, maka bunda telah menanam investasi buruk untuk buah hati bunda di masa mendatang.
ASI, PASTI!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar